Lingkungan dan Kebijakan

11 Nov

Panas dan gerah yang saya rasakan beberapa bulan terakhir ini, memunculkan pertanyaan dalam benak saya, apa yang terjadi pada lingkungan kita? pada bumi kita?

Lingkungan merupakan sesuatu yang ada disekitar kita yang mempengaruhi kita. Sedangkan menurut wikipedia lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanahairenergi suryamineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Perubahan iklim dan biodiversitas IPCC (2001) peningkatan suhu rata – rata temperatur global meningkat 1 derajat celcius pada dekade terakhir dan diperkirakan naik 1,4 hingga 5,8 derajat celcius satu dekade kedepan.

Fakta dan dampak perubahan iklim yakni :

  1. Temperatur meningkat
  2. Permukaan air laut meningkat
  3. Memperngaruhi keanekaragaman hayati dan energi, hingga ada yang namanya “STAY, MOVE – DIE OUT” Diam bergerak atau mati.

Kebijakan lingkungan dalam tata dunia global merupakan yang menjadi perhatian dan isu di berbagai belahan dunia saat ini. Globalisasi dimana batas – batas negara menjadi kabur yang di dorong oleh tekhnologi dan transaksi antar negara menjadi mudah dan cepat Pengaruh negatif dari globalisasi dapat juga kitarasakan terhadap lingkungan alam dan kesehatan. Saat ini telah dibentuk berbagai komisi di berbagai belahan dunia yang menyoroti isu lingkungan.Di Indonesia sendiri  mimimnya anggaran untuk lingkungan anggaran untuk lingkungan semestinya 2,5% dari total APBN dan mesti dibelanjakan secara tepat untuk kepentingan lingkungan. Lebih dari itu Indonesia telah ada Kementrian Lingkungan Hidup dan berbagai seperangkat undang – undang mengenai lingkungan hidup baik untuk perorangan maupun lembaga/entitas seperti yang diatur dalam pasal 41-48 UU 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tetapi yang menjadi pertanyaan hal itu sudah sejauh mana? Pemerintah sepertinya setengah-setengah dalam menyikapi isu lingkungan, isu lingkungan dianggap tidak terlalu memberikan profit dan kurang menggairahkan bagi para pembuat kebijakan di negeri ini. Saya menyoroti isu lingkungan yang ada disini baru sampai pada tahap aktualisasi belum pada tahap implementasi. Menurut BAPENAS : Lingkungan Hidup belum menjadi prioritas. Isu lingkungan yang lagi rising ini seharusnya menjadi dorongan bagi kita bangsa dan negara Indonesia untuk lebih melestarikan biodiversitas agar kelak kita bisa mewarisinya kepada anak cucu kita, ada apa dengan biodiversitas Indonesia?

  1. Indonesia sebagai biodiversitas hotspot
  2. Kaya juga akan spesies endemic
  3. Kehilangan KEHATI Indonesia sampai pada level kritis
  4. KEHATI Indonesia tersebar di 17.000 pulau
  5. Lingkungan alam kehati menyediakan layanan yang sangat tinggi bagi ekonomi.

Bagi pecinta film tentunya pernah mendengar atau tahu film fiksi “The Butterfly Effect” di film ini kita di ekspose untuk mengetahui bahwasanya kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian, hal ini menjadi latar belakang dan pesan utama pada film ini. ini yang disebut “Teori Chaos”

Bagaimana kepakan sayap kupu-kupu bisa menimbulkan bencana? Apa korelasinya?
Menurut saya analoginya seperti ini : ketika habitat kupu-kupu (hutan, pohon dsb) dirusak dan kupu-kupu kehilangan tempat tinggalnya lalu mereka ber-eksodus berterbangan kesana-kemari mencari tempat yang nyaman, karena habitatnya dirusak ini yang menjadi penyebab bencana.
Fenomena ini juga dikenal sebagai sistem yang ketergantungannya sangat peka terhadap kondisi awal. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Inilah yang menjadi contoh yang dapat kita pelajari dalam film ini mengenai lingkungan kita.
Lingkungan juga menempatkan kita pada isu pelestarian sumber daya alam yang tentunya ini akan bermanfaat pada keberlanjutan energi dan kesinambungan sumber daya alam Indonesia yang pasti memiliki nilai dan prestice tinggi. Bukan hanya itu isu lingkungan akan menjadi perhatian besar bagi para pelaku bisnis dan investasi di dunia seperti WTO (World Trade Organization) meski tidak secara khusus membahas soal lingkungan hidup, regulasi dalam WTO tidak dapat dipungkiri merupakan salah satu alat dalam mengatasi pemanasan global terlebih di dunia bisnis saat ini dikenal CSR dan ISO 26000.
Lalu apa yang harus dilakukan kita?

Kita harus melakukan mitigasi : meminimalisir efek dari perubahan iklim dan sebagainya yang berdampak buruk bagi kehidupan. Hal ini juga sesuai pada prinsip hidup di Indonesia khususnya Jawa yakni Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat), Kita hidup harus memberi manfaat kepada sesama ciptaan tuhan termasuk kepada lingkungan hidup.

Untuk Pemerintah dan masyarakat menyediakan dan mamanfaatkan “pressure room”, dimana menempatkan isu lingkungan menjadi isu utama atau prioritas. Contoh kongkritnya kita mesti melakukan berbagai hal yang mencegah/meminimalisir kerusakan lingkungan seperti: membuang sampah dan mengolahnya secara tepat, menanam pohon, menggunakan produk ramah lingkungan, penegakkan hukum bagi para perusak lingkungan dan sebagainya yang harus dijadikan jiwa bagi setiap insan yang tentunya memiliki tanggung jawab tersebut.

Iklan

Satu Tanggapan to “Lingkungan dan Kebijakan”

  1. imamkita November 11, 2012 pada 4:49 am #

    Reblogged this on imamkita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: