Arsip | Oktober, 2012

Memaknai Hari Sumpah Pemuda sebagai Momentum Kebangkitan Pemuda : Titik balik keprihatinan fenomena pemuda masa kini (Pemuda Harapan Bangsa VS Pemuda Harapan Palsu ).

24 Okt

Memaknai Hari Sumpah Pemuda sebagai Momentum Kebangkitan Pemuda

Titik balik keprihatinan fenomena pemuda masa kini (Pemuda Harapan Bangsa VS Pemuda Harapan Palsu ).

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” begitulah kata Founding Fathers Bangsa ini Ir. Soekarno. Sebegitu dahsyatnya kah pemuda?. Oleh karena itulah, banyak ayat al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menghasung kita untuk membina dan mengarahkan para pemuda kepada kebaikan. Karena jika mereka baik maka umat ini akan memiliki masa depan yang cerah, dan generasi tua akan digantikan dengan generasi muda yang shaleh, insya Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan bergesar kaki seorang manusia dari sisi Allah, pada hari kiamat (nanti), sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang lima (perkara): tentang umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanyadigunakan untuk apa, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta bagaimana di mengamalkan ilmunya”.

Pemuda adalah tonggak penting sebuah bangsa dan negara, pemuda adalah pondasi umat dimana pemuda harus menjadi motor penggerak kehidupan bangsa karena dengan semangat, tenaga dan pemikiran pemuda inilah muncul berbagai penemuan – penemuan yang berarti seperti James Watt yang diusia mudanya menemukan Mesin Uap yang menjadi pembuka pintu gerbang industrialisasi di Inggris, Benjamin Franklin, Thomas Jefferson, George Washington yang membangun negaranya begitu pula Budi Utomo, Moch Yamin dan Ir. Soekarno sendiri mereka adalah seseorang pemuda yang menjadi pilar kemerdekaan bangsa Pada Tanggal 28 Oktober 1928 yakni 84 tahun lalu tentunya kita masih ingat dari pelajaran di buku sejarah bahwasanya pada saat itu adalah perwakilan pemuda – pemuda Indonesia yang berasal dari Sumatra – Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku berkumpul untuk mendorong kemerdekaan bangsa dan masih banyak berbagai contoh lain mengenai pemuda sebagai motor penggerak kemajuan bangsa. Oke kita flash back sejenak ke 84 tahun silam dimana ketiga Sumpah Pemuda itu Berbangsa satu Indonesia, Bertanah Air satu Indonesia dan Berbahasa satu Indonesia. Apakah kita sudah merasa memiliki Indonesia? Ini yang harus kita pupuk rasa cinta air ini, dimana kita adalah satu bangsa yakni Indonesia, kadang-kadang kita masih merasa etnosentris bahwa suku ini lebih baik dan ini buruk, ingat kita satu Indonesia coyyy! Ingat amanat para pendahulu – pendahulu kita! Kita juga harus memiliki sense of belonging pada tanah air kita tercinta ini kita cinta negara ini, kita cinta tanah air ini mari kita bangun bersama dan jauh-jauh dari yang nama provokatif negatif yang dapat memunculkan disintegrasi bangsa. Terakhir adalah berbahasa satu, ini salah satu hal yang unik dimasanya sumpah berbahasa satu ini pada awalnya ingin menggunakan Berbahasa satu bahasa Melayu! Karena belum adanya bahasa Indonesia secara resmi dan Bahasa Melayu dianggap lebih baik dan banyak mempengaruhi bahasa – bahasa di tanah air, tapi pada masa itu ada yang menyarankan bahwa kenapa kita tidak pakai bahasa Indonesia jika belum ada, ayo kita buat bahasa Indonesia! Seru seorang pemuda yaitu Sanusi Pane yang hadir dalam kongres pemuda II, maka muncullah bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa pengikat dan bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia. Sutan Takdir Alisjahbana menyebutnya sebagai salah satu mukjizat abad ini.

Sumpah Pemuda versi orisinal:

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Bukan sampai pada 28 Oktober saja perjuangan pemuda Indonesia, yakni dari organisasi Taman Siswa, Budi Oetomo, Perhimpunan Pelajar – pelajar Indonesia, Tentara Pelajar dan sebagainya.

Begitulah kita membangun bangsa dan negara ini bukanlah dengan sulap atau bimsalabim tapi semua itu butuh perjuangan. Yang disayangkan pada saat ini kemanakah bangsa, tanah air dan bahasa Indonesia kita yang di dedikasikan oleh pendahulu – pendahulu kita?. Lantas apa yang sudah kita lakukan untuk melanjutkan perjuangan mereka….??

Lalu bagaimana dengan pemuda – pemuda Indonesia dimasa sekarang? Apakah ada pemuda masa kini yang menggunakan masa mudanya dengan sebaik –baiknya? masih adakah pemuda Indonesia yang tangguh dan berfikir ke depan serta mementingkan kepentingan bangsa dan negara?

Di Era gaul sekarang sering pula muncul istilah PHP atau PHB? What is the mean? PHP konon katanya adalah Pemuda Harapan Palsu dan PHB adalah Pemuda Harapan Bangsa seperti nama sebuah grup musik. Sekarang tinggal kita pemuda yang memilih apakah mau jadi seorang PHP atau PHB. Tentunya bangsa dan negara ini menginginkan kita untuk menjadi Pemuda Harapan Bangsa. Dimana pemuda menjadi harapan pembangunan dan kemajuan bangsa. Kita harus menggali potensi diri dan lingkungan yang ada disekitar kita mendorong pergerakan pengembangan diri dan lingkungan di sekitar kita mengisi masa kemerdekaan dengan hal – hal yang positif titik berkelanjutan dari 84 tahun yang silam. Ada sebuah fenomena pemuda Indonesia saat ini sebagai perwakilan golongan muda, kita cukup tercoreng dengan yang kasus korupsi yang menyeret nama AS dan MN yang mengikis kepercayaan masyarakat kepada golongan muda. Yang perlu disayangkan ada sekelompok pemuda yang tega saling bunuh demi nama fanatisme supporter sepakbola dll. Dimana rasa kebangsaan kita?!! Speakbola itu Sport dan sikap kita harus Sportif mau menerima kekalahan dan berendah hati dengan kemenangan Fair and RESPECT, Pada tahun 2011, tercatat dalam data Komisi Nasional Perindungan Anak (Komnas PA) bahwa telah terjadi tawuran antar-pelajar sebanyak 339 kasus dan memakan 82 orang korban jiwa. Padahal pada tahun sebelumnya hanya 128 kasus. Tak jauh beda dengan data di atas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melansir terdapat 107 kasus pengaduan kekerasan kepada anak dengan bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, pembunuhan, dan penganiayaan belum lagi  baru – baru ini banyak bermunculan fenomena gank motor yang meresahkan masyarakat, tawuran SMA di berbagai daerah salah satunya SMA 70 salah satu SMA Favorit di Ibu Kota. Selain itu mengenai Bahasa Indonesia masa kini yang dirasa kian terkikis oleh budaya bahasa dikalangan muda seperti bahasa inggris, bahasa gaul anak muda, bahasa SMS atau pesan singkat dan sebagainya. Fakta tersebut sangatlah memprihatinkan jika dibandingkan ketika melihat apa yang terjadi pada era pra kemerdekaan Indonesia, saat itu semua elemen pemuda bergerak secara bersama–sama dalam satu komando tanpa ada perselisihan sedikitpun. Kala itu semua pemuda sadar bahwa kepentingan bersama lebih penting daripada kepentingan pribadi. Mereka paham akan arti persatuan dan kesatuan bangsa, tidak seperti saat ini. Pemuda saat ini selalu mendahulukan egonya dalam bertindak tanpa memikirkan apa konsekuensinya terlebih dahulu sehingga masih banyak pemuda yang tidak sadar akan potensinya masing-masing.

Jumlah penduduk usia muda di Indonesia saat ini Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2011, jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 usia muda lebih banyak daripada usia tua. Dalam data tersebut disebutkan bahwa jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Diperkirakan pada tahun 2045, mereka yang berusia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun, dan mereka yang berusia 45-54 tahun. Dari data di atas jelas bahwa jika para pemuda tidak bersiap siaga mulai dari sekarang, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada bangsa ini kelak. Pemuda memegang peranan penting dalam pembanguan bangsa ini kala itu, karena banyak dari negara-negara lain yang malah berkurang jumlah pemudanya karena rendahnya tingkat kelahiran bayi saat ini, seperti Amerika, Jepang, dan beberapa negara di Eropa.

Mestinya hal ini bisa menjadi modal negeri ini untuk bangun dan maju bersama pemuda. Kita harus melihat potensi pada diri kita dan mengembangkan kemampuan kita di masing – masing bidang yang kita geluti, pada era sekarang ada berbagai yang menjadi tren di kalangan pemuda seperti photography, olahraga seperti basket, bilyar, golf, musisi, DJ pembalap, presenter, stand up comedian, arsitek, engineer, wirausaha dan bukan hanya itu pemberdayaan organisasi kepemudaan di Karang Taruna dan sebainya haruslah aktif tentunya masih banyak bidang yang lain yang tentunya harus digali potensinya dan dikembangkan yang tentunya hal ini harus bermanfaat selain bagi individu maupun kelompok dalam hal ini bangsa dan negara.  Kita adalah renewable spirit bangsa ini mari bangun pemuda – pemudi Indonesia. Tentunya setiap dari kita mempunyai mimpi dan cita- cita masing – masing tinggal bagaimana cara kita untuk mweujudkan semua itu. Dan sebaiknya tidaklah kita berharap apa yang negara bisa berikan kepada kita akan tetapi sebaiknya apa yang bisa kita berikan kepada negara, karena kembali pada prinsip Give and Take bahwasanya memberi itu lebih baik dari pada menerima.

Pemuda yang dibutuhkan Indonesia saat ini dan di masa depan adalah pemuda yang berkarakter. Karakter seorang pemuda dapat digali lebih dalam melalui kepribadiannya. Namun hal itu sangat tidak mungkin dilakukan untuk masa-masa sekarang ini. Yang dapat pemerintah Indonesia lakukan adalah melalui pendidikan.

Selain daripada itu pemuda masa kini harus bisa mengembangkan diri dan memetakan potensi diri dan potensi untuk meraih masa depan, dari sekian banyak pengertian mengenai pengembangan diri, ada yang menyimpulkan bahwa pengembangan diri dimulai dari pengetahuan tentang:

  1. Siapa diri kita
  2. Apa yang kita mau dan tujuan kita
  3. Apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu

Tiga hal ini menjadi peta dasar untuk pengembangan diri kita. Untuk mencapai apa yang kita mau kita harus tahu siapa diri kita dan apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu. Dari sana kita bisa menyiapkan diri dengan belajar, berusaha, dan bekerja.

Pengembangan diri merupakan topik yang luas karena didalamnya ada manajemen waktu, personal goal setting, creative thinking, self healing, motivation, problem solving dan masih banyak lagi. Tetapi kita selalu kembali ke 3 hal diatas karena pengembangan diri merupakan proses yang harus terjadi di dalam DIRI SENDIRI, bukan orang lain. Artinya kita menciptakan kondisi baru di luar dengan melakukan perubahan di dalam diri sendiri.

Untuk itu kita sebagai pemuda harus menjadi pemuda dan insan Indonesia yang berkarakter serta dapat mengembangkan diri. Momentum sumpah pemuda perlu dimaknai sebagai satu titik terang betapa dibutuhkannya kita sebagai pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara di masa depan dan mesti juga memaknai konten dari sumpah pemuda itu berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu Indonesia dengan adanya sumpah pemuda tersebut, pemuda-pemudi juga mestinya memiliki motivasi lebih dan sense of belonging. Sebagai generasi muda Indonesia kita berkewajiban meneruskan cita-cita para pendiri bangsa untuk bersatu untuk bangsa, mencintai tanah air dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu dan sekaligus identitas bangsa. Dan ingat harapan bangsa ini ada di pundak kita, mampukah kita mewujudkan harapan bangsa yang berada dipundak kita! Lets Move Young! Mari kita kembangkan bidang kita masing – masing untuk bangsa dan negara kita ini! Dan lebih daripada itu agar kita pemuda Indonesia mampu bersaing dengan pemuda – pemuda asing diluar Indonesia. Bangunlah wahai pemuda! Hendaknya kita menjadi Pemuda Harapan Bangsa bukan menjadi Pemuda Harapan Palsu! Sukses dimasa muda bukan sesuatu hal yang mustahil!