Modal Utama Ber-Wirausaha “BODOL, BOTOL, BOWOL, BOOOL”

15 Nov

Wirausaha (Enterpreneurship) adalah suatu kegiatan untuk menambah nilai diri seseorang dalam rangka memenuhi kebutuhan dirinya dan orang lain. Menurut Ricard Cantillon Wirausaha adalah seseorang yang mampu memindahkan atau mengkonversikan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi.

Pada era globalisasi seperti ini kita tentunya dituntut untuk dapat bersaing (positif) dengan orang lain untuk itu salah satu caranya adalah dengan ber-wirausaha. Indonesia sendiri untuk menjadi sebuah negara yang mandiri di bidang ekonomi paling tidak dibutuhkan tidak kurang dari 2% dari jumlah penduduk negara yang berprofesi menjadi wirausaha atau pengusaha, sedangkan di Indonesia jumlahnya jauh di bawah itu.  Tentunya banyak manfaat yang didapat dari seseorang bila ia menjadi wirausahawan, seperti : Melatih kemandirian, Membantu mengurangi angka pengangguran, Meningkatkan aktivitas perekonomian, Membantu memnuhi kebutuhan konsumen dan sebagainya.

Tetapi yang sering sekali jadi permasalahan bagi orang yang ingin ber-wirausaha atau yang akan memulai bisnis adalah modal. Itu alasan klasik guys!

Banyak orang mengeluh : Aduuuh, bagaimana saya mau bisnis, saya ga punya uang/ ga ada modalnya..  😦

Menurut saya itu adalah suatu paradigma yang salah mengenai modal. Modal tidak melulu berkaitan dengan uang atau duit, tetapi modal juga meliputi : tenaga, waktu, pikiran dan lain-lain. Nah, Mari kita kupas hal ini!

Menurut Alam.S, Modal adalah segala sumber daya hasil produksi yang tahan lama, yang dapat digunakan sebagai input produktif dalam proses produksi berikutnya.

Dalam beberapa kesempatan saya mendengar bahwa modal utama dalam bisnis dan ber-wirausaha itu adalah kepercayaan (trust). Ini memang benar, apapun bisnisnya memang sangat memerlukan kepercayaan. Kepercayaan dari banyak pihak, dimulai dari kepercayaan dari dalam diri (confident), selain itu kepercayaan dari luar diri, yakni denan membangun kepercayaan dengan orang lain, seperti: konsumen, masyarakat dan lain-lain.

Ada akronim yang merupakan modal dalam ber-wirausaha/bisnis :

  1. BODOL = Berani, Optimis, Duit Orang Lain. Hal ini menjadi modal ketika ingin berbisnis tetapi tidak memiliki uang. Cara kita adalah mencari sumber (resource)uang dari orang lain. Seperti dalam bentuk pinjaman modal ke kerabat terdekat atau lembaga keuangan.
  2. BOTOL = Berani, Optimis, Tenaga Orang Lain. Bila kita memiliki sumber lainnya tetapi tidak memiliki tenaga yang cukup. maka ini saatnya kita memberdayakan tenaga orang lain untuk berbisnis.
  3. BOWOL = Berani, Optimis, Waktu Orang Lain. Bila kita mempunyai sedikit waktu untuk berbisnis maka inilah saatnya kita memberdayakan waktu orang lain.
  4. BOOOL = Berani, Optimis, Otak Orang Lain. Nah ini adalah ketika kita memiliki sumber daya lainnya, tetapi belum terpikir untuk be-wirausaha atau berbisnis apa. Kita bisa sharing hal ini dengan orang lain.

Di dalam ke-empat hal tersebut, selain adanya unsur kepercayaan dari orang lain seorang wirausahawan harus memiliki keberanian dan optimisme dalam berbisnis dan ber-wirausaha, apalagi bagi yang baru akan memulai usaha/bisnis. Jadi modal utama dalam wirausaha adalah : Kepercayaan, Keberanian dan Optimis.

Terima Kasih,

Semoga Bermanfaat.

Iklan

Meneropong Monopoli dan Duopoli Migas

14 Nov

Ketokan palu mahkamah konstitusi Selasa, 13 Nopember 2012 mengakhiri eksistensi Badan Pelaksana Minyak dan Gas (BP MIGAS) di negeri ini.

Gambar

Polemik antara Badan Pelaksana Minyak dan Gas (BP MIGAS) dengan Mahkamah Konstitusi (MK) hingga akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) bertentangan dengan undang-undang dengan keluarnya putusan MK Nomor 36/PUU-X/2012, MK resmi membubarkan BP Migas. Selanjutnya, tugas dan fungsinya dilaksanakan sementara oleh Direktorat Jendral Minyak dan Gas (Dirjen Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal ini membuat banyak kalangan dari masyarakat sipil, pengamat sampai pada pemerintah dan juga stakeholder di industri migas sempat tertegun dengan keputusan Mahkamah Konstitusi. Dalam keputusan Mahkamah Konstitusi itu disebutkan dalam point 1.6, “Seluruh hal yang berkait dengan Badan Pelaksana dalam Penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4152) tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat”. Lalu dalam poin 1.7, “Fungsi dan tugas Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan oleh Pemerintah, c.q. Kementerian terkait, sampai diundangkannya Undang-Undang yang baru yang mengatur hal tersebut”.

Flashback dari sejarahnya BP Migas adalah Badan Hukum Milik Negara yang dibentuk Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 16 Juli 2002 sebagai pembina dan pengawas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di dalam menjalankan kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan pemasaran migas Indonesia. melalui UU No 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta PP No 42/2002 tentang BP Migas, masalah pengawasan dan pembinaan kegiatan Kontrak Kerja Sama yang sebelumnya dikerjakan oleh Pertamina selanjutnya ditangani langsung oleh BP Migas.

Dalam keputusan Mahkamah Konstitusi tersebut disebutkan bahwa tugas dan fungsi BP MIGAS tersebut dipindahtangankan dan dilaksanakan sementara oleh Dirjen Migas, Kementrian ESDM. Disinilah Dirjen Migas yang berperan sementara (ad hock) meneruskan tongkat estafet amanat rakyat dan undang –undang 1945 pada sektor ekstraktif (berkaitan dengan sumber daya alam) mining oil and gas dan membenahi keseluruhan manajemen mutu yang ada pada sektor ekstraktif untuk kepentingan bangsa dan negara.

Namun dalam perkembangannya saat ini, banyak kalangan mengkhawatirkan bahwa industri migas akan kembali di monopoli oleh suatu entitas, seperti yang dikatakan rekan – rekan “ Jangan Kembalikan Monopoli ke Pertamina!” bikin saja dua atau tiga pemain besar.

 Monopoli demi kedaulatan

Dirjen Migas yang saat ini diberi kewajiban untuk menggantikan posisi sementara BP Migas, diharapkan dapat menjalankan perannya dengan baik mengisi kekosongan yang ditinggalkan BP Migas yakni sebagai regulator industri migas. Kordinasi dan komunikasi dalam industri migas dengan stakeholders sangatlah diperlukan untuk dapat menciptakan integritas dan sinergi dalam industri strategis ini, salah satunya adalah entitas yang berpengalaman di bidang industri minyak dan gas yakni Pertamina yang notabennya berpengalaman mengelola industri hulu sampai hilir di bidang Minyak dan Gas Indonesia dari sebelum adanya BP Migas,  Pertamina lebih dahulu berkecimpung dalam otoritas eksplorasi ini.

Dilihat dari sisi historis pada mulanya pemerintah menerbitkan UU No. 8 Tahun 1971, yang menempatkan Pertamina sebagai perusahaan migas milik negara. Undang – undang tersebut menempatkan Pertamina memainkan fungsi ganda yakni sebagai regulator bagi mitra yang menjalin kerja sama melalui mekanisme Kontrak Kerja Sama (KKS) di wilayah kerja (WK) Pertamina. Sementara di sisi lain, Pertamina juga bertindak sebagai operator karena juga menggarap sendiri sebagian wilayah kerjanya. Berdasarkan UU ini, semua perusahaan minyak yang hendak menjalankan usaha di Indonesia wajib bekerja sama dengan Pertamina.
Tapi, sejalan dengan dinamika industri migas di dalam negeri, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 tahun 2001. Sebagai konsekuensi penerapan UU tersebut, Pertamina beralih bentuk menjadi PT Pertamina (Persero) dan melepaskan peran gandanya. Peran regulator diserahkan ke lembaga pemerintah sedangkan Pertamina hanya memegang satu peran sebagai operator murni.

Tetapi kemudian kekhawatiran muncul lebih awal apabila sektor ini kelak diberikan pada Pertamina dan terjadi penggabungan kembali sektor upstream (hulu) dan downstream (hilir) menjadi berabahaya ketika menjadi satu bodi dan terjadi Monopoli pada industri ini.

Menurut seorang ekonom bernama Frank Fisher, kekuatan monopoli adalah kemampuan suatu perusahaan untuk bertindak tanpa adanya hambatan seperti menaikkan harga atau menurunkan kualitas. Jadi perusahaan monopoli adalah perusahaan yang tidak memiliki pesaing dalam pasar atau sangat mendominasi pasar sehingga segala perilaku pesaing tidak terlalu berpengaruh.

Melihat kekhawatiran ini saya beranggapan tidak selamanya monopoli itu negatif, baik atau buruknya monopoli dapat dilihat dari tujuan dan itikad yang dimiliki entitas, serta melihat juga kompetensi yang dimiliki entitas. Monopoli yang buruk ketika terjadi penguasaan apabila dalam suatu pasar terdapat perusahaan monopoli yang kemudian perusahaan tersebut beritikad buruk melakukan tindakan yang merugikan seperti mencaplok atau menghalang-halangi gerakan perusahaan lawan untuk menguasai pangsa pasar atau mengeluarkan kebijakan yang merugikan konsumen seperti menaikkan harga produk tanpa diiringi dengan peningkatan kualitas dan kinerja dari perusahaan tersebut, maka hal ini tentu termasuk dampak negatif. Lalu bagaimanakah bila sektor migas ini dimonopoli kembali oleh Pertamina? Saya melihat bisa saja hal ini terjadi dan merupakan monopoli yang tidak dilarang karena selama ini Pertamina merupakan Badan Usaha Milik Negara yang dimandatkan untuk mengelola sumber daya migas terlebih saat ini Pertamina memiliki visi sebagai Energy Holding Company, monopoli yang dilakukan Pertamina ini merupakan bentuk Monopoli by Law yakni Monopoli oleh negara untuk cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Dari kompetensi dan kinerja dalam satu dekade terkahir ini Pertamina menunjukkan tren positif Pertamina yang sibuk membenahi diri berbagai segi, seperti Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan) yang menunjukkan kearah yang lebih baik (Good Corporate Governance) yang meliputi prinsip tranparancy (keterbukaan), acountability (akuntabilitas), responsibility (tanggung jawab), independency (independensi), fairness (kesetaraan dan kewajaran), hal ini bisa menjadi stock bekal Pertamina bila pemerintah mengembalikan dwifungsinya sebagai regulator dan operator migas tentunya dengan diiringi komitmen kepada bangsa dan negara.

Duopoli demi meningkatkan kompetitif

Dengan adanya kekhawatiran terhadap monopoli tersebut munculah alternatif lain dengan membentuk dua atau lebih pemain yang bermain pada sektor migas ini atau yang dinamakan dengan duopoli. Pasar duopoli adalah struktur pasar dimana penawaran suatu barang hanya di kuasai oleh dua perusahaan. Duopoli dapat pula diartikan sebagai oligopoli yang terbit pada dua perusahaan yang menguasai seluruh penawaran satu jenis barang tertentu. Namun dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang. Maka dari itu duopoli dipilih sebagai alternatif. Teknisnya negara membentuk dua pemain besar yang berkecimpung di sektor ini yang keduanya harus merupakan BUMN seperti yang pernah terjadi pada industri telekomunikasi kita (Telkom dan Indosat), hal ini dipilih untuk lebih mengkompetitifkan persaingan pada industri migas sehingga menutupi kelemahan pada pasar monopoli. Harapan selanjutnya ketika dimunculkan dua perusahaan yang sama-sama merupakan BUMN, perusahaan yang sudah ada dan perusahan baru itu benar harus independen, kompetitif dan tidak saling memberikan informasi satu sama lain dan keduanya harus mementingkan kepentingan nasional.

Benang Merah

Baik monopoli maupun duopoli memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Mengembalikan keseluruhan sektor migas kepada Pertamina itu hal yang tidak dilarang, dengan syarat Pertamina harus berkomitmen kepada bangsa dan negara dan mengerjakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya. Kelemahan monopoli salah satunya adalah faktor harga yang dikendalikan oleh market leader, hal ini tidak berlaku bagi perusahaan migas BUMN seperti Pertamina karena adanya intervensi pemerintah dalam bentuk subsidi dan adanya pengaruh dari harga minyak dunia.  Monopoli yang baik tergantung dari itikad baik entitas yang berperan didalamnya. Monopoli tidak sertamerta negatif manakala monopoli itu dijalankan sesuai aturan dan monopoli juga bisa bersifat kompetitif, efisien dan produktif apalagi ditengah era globalisasi dan perdagangan dunia saat ini, dimana semua orang berlomba-lomba untuk jadi lebih baik dan dapat bersaing begitupun dengan perusahaan di industri migas yang memonopoli migas disebuah wilayah (negara) tapi harus mampu bersaing dengan perusahaan di wilayah lain, selain itu harus ada restrukturisasi di dalam tubuh organisasi perusahaan, hal ini wajib untuk dilakukan Pertamina bila mereka diamanatkan untuk kembali memerankan fungsi gandanya tersebut, hal ini juga sekaligus mengakselerasi ekspansi industri migas. Monopoli demi kedaulatan sumber daya alam itu tidak disalahkan dan memanfaatkannya untuk hajat hidup orang banyak itu tujuannya. Maka dari itu semua elemen masyarakat harus senantiasa turut serta dalam mengawasi industri strategis ini.

Bagaimana bila dengan adanya dua atau lebih pemain besar dalam industri migas ini?, investasi yang dikeluarkan untuk pasar duopoli juga tidak sedikit, investasi sangat besar untuk memasuki pasar karena adanya suatu skala ekonomi. Semakin sedikit pemain yang bermain dalam pasar semakin sedikit pula biaya yang harus dikeluarkan hal ini akan menyebabkan inefisiensi, selain itu apabila terjadi duopoli dalam sektor migas akan adanya masalah yang muncul masalah yakni adanya kolusi dan belum tentu pula dengan menggunakan duopoli atau oligopoli dalam industri migas ini persaingan industri migas bisa lebih kompetitif, karena yang bermain dalam pasar persaingan sempurna saja pun belum tentu memiliki persaingan yang kompetitif, persaingan pada duopoli industri migas bisa terasa tidak bermanfaat.

Ataukah pemerintah memiliki opsi lain untuk mengganti kekosongan yang ditinggalkan oleh BP Migas, percayakan semuanya pada pemerintah dan masyarakat pun sudah seharusnya ikut berpartisipasi meneropong industri migas kita.

Dari pemaparan tersebut urgensinya adalah rakyat tak perlu khawatir apapun yang terjadi dalam kasus pasca pembekuan BP Migas sebagai otoritas yang berwenang untuk mengawasi sektor migas, pemerintah juga harus bertindak cepat untuk mancari solusi terbaik dan senantiasa harus mengontrol sektor migas ini bersama – sama dengan stakeholders terutama kementerian terkait, badan usaha terkait dan seluruh element masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan aset strategis negara yang harus diberdayakan oleh negara melalui kebijakan yang dapat mendukung peningkatan efisiensi, efektifitas serta produktifitas industri migas yang harus dimiliki untuk kedaulatan sumber daya alam dan demi kemaslahatan bangsa dan negara Indonesia.

Lingkungan dan Kebijakan

11 Nov

Panas dan gerah yang saya rasakan beberapa bulan terakhir ini, memunculkan pertanyaan dalam benak saya, apa yang terjadi pada lingkungan kita? pada bumi kita?

Lingkungan merupakan sesuatu yang ada disekitar kita yang mempengaruhi kita. Sedangkan menurut wikipedia lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanahairenergi suryamineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Perubahan iklim dan biodiversitas IPCC (2001) peningkatan suhu rata – rata temperatur global meningkat 1 derajat celcius pada dekade terakhir dan diperkirakan naik 1,4 hingga 5,8 derajat celcius satu dekade kedepan.

Fakta dan dampak perubahan iklim yakni :

  1. Temperatur meningkat
  2. Permukaan air laut meningkat
  3. Memperngaruhi keanekaragaman hayati dan energi, hingga ada yang namanya “STAY, MOVE – DIE OUT” Diam bergerak atau mati.

Kebijakan lingkungan dalam tata dunia global merupakan yang menjadi perhatian dan isu di berbagai belahan dunia saat ini. Globalisasi dimana batas – batas negara menjadi kabur yang di dorong oleh tekhnologi dan transaksi antar negara menjadi mudah dan cepat Pengaruh negatif dari globalisasi dapat juga kitarasakan terhadap lingkungan alam dan kesehatan. Saat ini telah dibentuk berbagai komisi di berbagai belahan dunia yang menyoroti isu lingkungan.Di Indonesia sendiri  mimimnya anggaran untuk lingkungan anggaran untuk lingkungan semestinya 2,5% dari total APBN dan mesti dibelanjakan secara tepat untuk kepentingan lingkungan. Lebih dari itu Indonesia telah ada Kementrian Lingkungan Hidup dan berbagai seperangkat undang – undang mengenai lingkungan hidup baik untuk perorangan maupun lembaga/entitas seperti yang diatur dalam pasal 41-48 UU 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tetapi yang menjadi pertanyaan hal itu sudah sejauh mana? Pemerintah sepertinya setengah-setengah dalam menyikapi isu lingkungan, isu lingkungan dianggap tidak terlalu memberikan profit dan kurang menggairahkan bagi para pembuat kebijakan di negeri ini. Saya menyoroti isu lingkungan yang ada disini baru sampai pada tahap aktualisasi belum pada tahap implementasi. Menurut BAPENAS : Lingkungan Hidup belum menjadi prioritas. Isu lingkungan yang lagi rising ini seharusnya menjadi dorongan bagi kita bangsa dan negara Indonesia untuk lebih melestarikan biodiversitas agar kelak kita bisa mewarisinya kepada anak cucu kita, ada apa dengan biodiversitas Indonesia?

  1. Indonesia sebagai biodiversitas hotspot
  2. Kaya juga akan spesies endemic
  3. Kehilangan KEHATI Indonesia sampai pada level kritis
  4. KEHATI Indonesia tersebar di 17.000 pulau
  5. Lingkungan alam kehati menyediakan layanan yang sangat tinggi bagi ekonomi.

Bagi pecinta film tentunya pernah mendengar atau tahu film fiksi “The Butterfly Effect” di film ini kita di ekspose untuk mengetahui bahwasanya kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian, hal ini menjadi latar belakang dan pesan utama pada film ini. ini yang disebut “Teori Chaos”

Bagaimana kepakan sayap kupu-kupu bisa menimbulkan bencana? Apa korelasinya?
Menurut saya analoginya seperti ini : ketika habitat kupu-kupu (hutan, pohon dsb) dirusak dan kupu-kupu kehilangan tempat tinggalnya lalu mereka ber-eksodus berterbangan kesana-kemari mencari tempat yang nyaman, karena habitatnya dirusak ini yang menjadi penyebab bencana.
Fenomena ini juga dikenal sebagai sistem yang ketergantungannya sangat peka terhadap kondisi awal. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Inilah yang menjadi contoh yang dapat kita pelajari dalam film ini mengenai lingkungan kita.
Lingkungan juga menempatkan kita pada isu pelestarian sumber daya alam yang tentunya ini akan bermanfaat pada keberlanjutan energi dan kesinambungan sumber daya alam Indonesia yang pasti memiliki nilai dan prestice tinggi. Bukan hanya itu isu lingkungan akan menjadi perhatian besar bagi para pelaku bisnis dan investasi di dunia seperti WTO (World Trade Organization) meski tidak secara khusus membahas soal lingkungan hidup, regulasi dalam WTO tidak dapat dipungkiri merupakan salah satu alat dalam mengatasi pemanasan global terlebih di dunia bisnis saat ini dikenal CSR dan ISO 26000.
Lalu apa yang harus dilakukan kita?

Kita harus melakukan mitigasi : meminimalisir efek dari perubahan iklim dan sebagainya yang berdampak buruk bagi kehidupan. Hal ini juga sesuai pada prinsip hidup di Indonesia khususnya Jawa yakni Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat), Kita hidup harus memberi manfaat kepada sesama ciptaan tuhan termasuk kepada lingkungan hidup.

Untuk Pemerintah dan masyarakat menyediakan dan mamanfaatkan “pressure room”, dimana menempatkan isu lingkungan menjadi isu utama atau prioritas. Contoh kongkritnya kita mesti melakukan berbagai hal yang mencegah/meminimalisir kerusakan lingkungan seperti: membuang sampah dan mengolahnya secara tepat, menanam pohon, menggunakan produk ramah lingkungan, penegakkan hukum bagi para perusak lingkungan dan sebagainya yang harus dijadikan jiwa bagi setiap insan yang tentunya memiliki tanggung jawab tersebut.

Memaknai Hari Sumpah Pemuda sebagai Momentum Kebangkitan Pemuda : Titik balik keprihatinan fenomena pemuda masa kini (Pemuda Harapan Bangsa VS Pemuda Harapan Palsu ).

24 Okt

Memaknai Hari Sumpah Pemuda sebagai Momentum Kebangkitan Pemuda

Titik balik keprihatinan fenomena pemuda masa kini (Pemuda Harapan Bangsa VS Pemuda Harapan Palsu ).

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” begitulah kata Founding Fathers Bangsa ini Ir. Soekarno. Sebegitu dahsyatnya kah pemuda?. Oleh karena itulah, banyak ayat al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menghasung kita untuk membina dan mengarahkan para pemuda kepada kebaikan. Karena jika mereka baik maka umat ini akan memiliki masa depan yang cerah, dan generasi tua akan digantikan dengan generasi muda yang shaleh, insya Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan bergesar kaki seorang manusia dari sisi Allah, pada hari kiamat (nanti), sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang lima (perkara): tentang umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanyadigunakan untuk apa, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta bagaimana di mengamalkan ilmunya”.

Pemuda adalah tonggak penting sebuah bangsa dan negara, pemuda adalah pondasi umat dimana pemuda harus menjadi motor penggerak kehidupan bangsa karena dengan semangat, tenaga dan pemikiran pemuda inilah muncul berbagai penemuan – penemuan yang berarti seperti James Watt yang diusia mudanya menemukan Mesin Uap yang menjadi pembuka pintu gerbang industrialisasi di Inggris, Benjamin Franklin, Thomas Jefferson, George Washington yang membangun negaranya begitu pula Budi Utomo, Moch Yamin dan Ir. Soekarno sendiri mereka adalah seseorang pemuda yang menjadi pilar kemerdekaan bangsa Pada Tanggal 28 Oktober 1928 yakni 84 tahun lalu tentunya kita masih ingat dari pelajaran di buku sejarah bahwasanya pada saat itu adalah perwakilan pemuda – pemuda Indonesia yang berasal dari Sumatra – Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku berkumpul untuk mendorong kemerdekaan bangsa dan masih banyak berbagai contoh lain mengenai pemuda sebagai motor penggerak kemajuan bangsa. Oke kita flash back sejenak ke 84 tahun silam dimana ketiga Sumpah Pemuda itu Berbangsa satu Indonesia, Bertanah Air satu Indonesia dan Berbahasa satu Indonesia. Apakah kita sudah merasa memiliki Indonesia? Ini yang harus kita pupuk rasa cinta air ini, dimana kita adalah satu bangsa yakni Indonesia, kadang-kadang kita masih merasa etnosentris bahwa suku ini lebih baik dan ini buruk, ingat kita satu Indonesia coyyy! Ingat amanat para pendahulu – pendahulu kita! Kita juga harus memiliki sense of belonging pada tanah air kita tercinta ini kita cinta negara ini, kita cinta tanah air ini mari kita bangun bersama dan jauh-jauh dari yang nama provokatif negatif yang dapat memunculkan disintegrasi bangsa. Terakhir adalah berbahasa satu, ini salah satu hal yang unik dimasanya sumpah berbahasa satu ini pada awalnya ingin menggunakan Berbahasa satu bahasa Melayu! Karena belum adanya bahasa Indonesia secara resmi dan Bahasa Melayu dianggap lebih baik dan banyak mempengaruhi bahasa – bahasa di tanah air, tapi pada masa itu ada yang menyarankan bahwa kenapa kita tidak pakai bahasa Indonesia jika belum ada, ayo kita buat bahasa Indonesia! Seru seorang pemuda yaitu Sanusi Pane yang hadir dalam kongres pemuda II, maka muncullah bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa pengikat dan bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia. Sutan Takdir Alisjahbana menyebutnya sebagai salah satu mukjizat abad ini.

Sumpah Pemuda versi orisinal:

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Bukan sampai pada 28 Oktober saja perjuangan pemuda Indonesia, yakni dari organisasi Taman Siswa, Budi Oetomo, Perhimpunan Pelajar – pelajar Indonesia, Tentara Pelajar dan sebagainya.

Begitulah kita membangun bangsa dan negara ini bukanlah dengan sulap atau bimsalabim tapi semua itu butuh perjuangan. Yang disayangkan pada saat ini kemanakah bangsa, tanah air dan bahasa Indonesia kita yang di dedikasikan oleh pendahulu – pendahulu kita?. Lantas apa yang sudah kita lakukan untuk melanjutkan perjuangan mereka….??

Lalu bagaimana dengan pemuda – pemuda Indonesia dimasa sekarang? Apakah ada pemuda masa kini yang menggunakan masa mudanya dengan sebaik –baiknya? masih adakah pemuda Indonesia yang tangguh dan berfikir ke depan serta mementingkan kepentingan bangsa dan negara?

Di Era gaul sekarang sering pula muncul istilah PHP atau PHB? What is the mean? PHP konon katanya adalah Pemuda Harapan Palsu dan PHB adalah Pemuda Harapan Bangsa seperti nama sebuah grup musik. Sekarang tinggal kita pemuda yang memilih apakah mau jadi seorang PHP atau PHB. Tentunya bangsa dan negara ini menginginkan kita untuk menjadi Pemuda Harapan Bangsa. Dimana pemuda menjadi harapan pembangunan dan kemajuan bangsa. Kita harus menggali potensi diri dan lingkungan yang ada disekitar kita mendorong pergerakan pengembangan diri dan lingkungan di sekitar kita mengisi masa kemerdekaan dengan hal – hal yang positif titik berkelanjutan dari 84 tahun yang silam. Ada sebuah fenomena pemuda Indonesia saat ini sebagai perwakilan golongan muda, kita cukup tercoreng dengan yang kasus korupsi yang menyeret nama AS dan MN yang mengikis kepercayaan masyarakat kepada golongan muda. Yang perlu disayangkan ada sekelompok pemuda yang tega saling bunuh demi nama fanatisme supporter sepakbola dll. Dimana rasa kebangsaan kita?!! Speakbola itu Sport dan sikap kita harus Sportif mau menerima kekalahan dan berendah hati dengan kemenangan Fair and RESPECT, Pada tahun 2011, tercatat dalam data Komisi Nasional Perindungan Anak (Komnas PA) bahwa telah terjadi tawuran antar-pelajar sebanyak 339 kasus dan memakan 82 orang korban jiwa. Padahal pada tahun sebelumnya hanya 128 kasus. Tak jauh beda dengan data di atas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melansir terdapat 107 kasus pengaduan kekerasan kepada anak dengan bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, pembunuhan, dan penganiayaan belum lagi  baru – baru ini banyak bermunculan fenomena gank motor yang meresahkan masyarakat, tawuran SMA di berbagai daerah salah satunya SMA 70 salah satu SMA Favorit di Ibu Kota. Selain itu mengenai Bahasa Indonesia masa kini yang dirasa kian terkikis oleh budaya bahasa dikalangan muda seperti bahasa inggris, bahasa gaul anak muda, bahasa SMS atau pesan singkat dan sebagainya. Fakta tersebut sangatlah memprihatinkan jika dibandingkan ketika melihat apa yang terjadi pada era pra kemerdekaan Indonesia, saat itu semua elemen pemuda bergerak secara bersama–sama dalam satu komando tanpa ada perselisihan sedikitpun. Kala itu semua pemuda sadar bahwa kepentingan bersama lebih penting daripada kepentingan pribadi. Mereka paham akan arti persatuan dan kesatuan bangsa, tidak seperti saat ini. Pemuda saat ini selalu mendahulukan egonya dalam bertindak tanpa memikirkan apa konsekuensinya terlebih dahulu sehingga masih banyak pemuda yang tidak sadar akan potensinya masing-masing.

Jumlah penduduk usia muda di Indonesia saat ini Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2011, jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 usia muda lebih banyak daripada usia tua. Dalam data tersebut disebutkan bahwa jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Diperkirakan pada tahun 2045, mereka yang berusia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun, dan mereka yang berusia 45-54 tahun. Dari data di atas jelas bahwa jika para pemuda tidak bersiap siaga mulai dari sekarang, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada bangsa ini kelak. Pemuda memegang peranan penting dalam pembanguan bangsa ini kala itu, karena banyak dari negara-negara lain yang malah berkurang jumlah pemudanya karena rendahnya tingkat kelahiran bayi saat ini, seperti Amerika, Jepang, dan beberapa negara di Eropa.

Mestinya hal ini bisa menjadi modal negeri ini untuk bangun dan maju bersama pemuda. Kita harus melihat potensi pada diri kita dan mengembangkan kemampuan kita di masing – masing bidang yang kita geluti, pada era sekarang ada berbagai yang menjadi tren di kalangan pemuda seperti photography, olahraga seperti basket, bilyar, golf, musisi, DJ pembalap, presenter, stand up comedian, arsitek, engineer, wirausaha dan bukan hanya itu pemberdayaan organisasi kepemudaan di Karang Taruna dan sebainya haruslah aktif tentunya masih banyak bidang yang lain yang tentunya harus digali potensinya dan dikembangkan yang tentunya hal ini harus bermanfaat selain bagi individu maupun kelompok dalam hal ini bangsa dan negara.  Kita adalah renewable spirit bangsa ini mari bangun pemuda – pemudi Indonesia. Tentunya setiap dari kita mempunyai mimpi dan cita- cita masing – masing tinggal bagaimana cara kita untuk mweujudkan semua itu. Dan sebaiknya tidaklah kita berharap apa yang negara bisa berikan kepada kita akan tetapi sebaiknya apa yang bisa kita berikan kepada negara, karena kembali pada prinsip Give and Take bahwasanya memberi itu lebih baik dari pada menerima.

Pemuda yang dibutuhkan Indonesia saat ini dan di masa depan adalah pemuda yang berkarakter. Karakter seorang pemuda dapat digali lebih dalam melalui kepribadiannya. Namun hal itu sangat tidak mungkin dilakukan untuk masa-masa sekarang ini. Yang dapat pemerintah Indonesia lakukan adalah melalui pendidikan.

Selain daripada itu pemuda masa kini harus bisa mengembangkan diri dan memetakan potensi diri dan potensi untuk meraih masa depan, dari sekian banyak pengertian mengenai pengembangan diri, ada yang menyimpulkan bahwa pengembangan diri dimulai dari pengetahuan tentang:

  1. Siapa diri kita
  2. Apa yang kita mau dan tujuan kita
  3. Apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu

Tiga hal ini menjadi peta dasar untuk pengembangan diri kita. Untuk mencapai apa yang kita mau kita harus tahu siapa diri kita dan apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu. Dari sana kita bisa menyiapkan diri dengan belajar, berusaha, dan bekerja.

Pengembangan diri merupakan topik yang luas karena didalamnya ada manajemen waktu, personal goal setting, creative thinking, self healing, motivation, problem solving dan masih banyak lagi. Tetapi kita selalu kembali ke 3 hal diatas karena pengembangan diri merupakan proses yang harus terjadi di dalam DIRI SENDIRI, bukan orang lain. Artinya kita menciptakan kondisi baru di luar dengan melakukan perubahan di dalam diri sendiri.

Untuk itu kita sebagai pemuda harus menjadi pemuda dan insan Indonesia yang berkarakter serta dapat mengembangkan diri. Momentum sumpah pemuda perlu dimaknai sebagai satu titik terang betapa dibutuhkannya kita sebagai pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara di masa depan dan mesti juga memaknai konten dari sumpah pemuda itu berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu Indonesia dengan adanya sumpah pemuda tersebut, pemuda-pemudi juga mestinya memiliki motivasi lebih dan sense of belonging. Sebagai generasi muda Indonesia kita berkewajiban meneruskan cita-cita para pendiri bangsa untuk bersatu untuk bangsa, mencintai tanah air dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu dan sekaligus identitas bangsa. Dan ingat harapan bangsa ini ada di pundak kita, mampukah kita mewujudkan harapan bangsa yang berada dipundak kita! Lets Move Young! Mari kita kembangkan bidang kita masing – masing untuk bangsa dan negara kita ini! Dan lebih daripada itu agar kita pemuda Indonesia mampu bersaing dengan pemuda – pemuda asing diluar Indonesia. Bangunlah wahai pemuda! Hendaknya kita menjadi Pemuda Harapan Bangsa bukan menjadi Pemuda Harapan Palsu! Sukses dimasa muda bukan sesuatu hal yang mustahil!